https: img.okezone.com content 2020 12 31 519 2336687 rumah-simpatisan-fpi-digerebek-petugas-gabungan-ETJS6AdAaJ.jpg

SIDOARJO – Rumah simpatisan Front Pembela Islam (FPI) H Mahsyar di RT 9 RW 9 Dusun Mojosantren, Kecamatan Kampung Krian, digerebek oleh anggota TNI, Polri dan Satpol PP Kabupaten Sidoarjo, Rabu malam (30/12). / 2020).

Hal itu dilakukan karena di halaman rumah yang bersangkutan terpampang gambar baliho Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab.

Di papan reklame berukuran sekitar 2 x 3 meter itu juga terdapat tulisan di bawahnya, yaitu “Ajak semua orang untuk membenci kami tapi ingat kebenarannya akan sampai ke telinga terbuka… !!!”.

Aparat gabungan melalui ketua RT setempat diminta meninggalkan tuan rumah yang dikenal sebagai tukang jagal sapi dan melepas atribut dan stiker Habib Rizieq dan FPI yang ada di dalam rumah.

Usai melalui dialog, akhirnya H Mahsyar keluar bersedia untuk menurunkan atau mencopot baliho tersebut. “Itu yang dipasang, anak saya bernama Abdul Haq,” kata H Mahsyar dan adiknya Abdul Haq usai melepas papan reklame Habib Rizieq.

Ketua RT 3 RW 9 Dusun Mojosantren H Abdul Malik mengatakan, papan reklame sudah dipasang sekitar dua minggu. “Saat saya tanya apakah keluarganya anggota FPI, jawabannya hanya simpatisan,” terang H Abdul Malik.

Sementara itu, Kapolres Sidoarjo Kombes Pol Sumardji menegaskan, baliho dan stiker FPI jelas dilarang karena melalui Surat Keputusan Bersama (SKB), FPI adalah organisasi terlarang.

Baca juga: FPI Aceh: Kami Bukan Teroris & Komunis!

“Segala macam kegiatan dan apapun yang berhubungan dengan FPl sudah dilarang. Itu sebabnya papan reklame MRS diminta diturunkan, dan keluarga yang bersangkutan bersedia menurunkan diri,” kata Kombes Pol Sumardji.

Pengawasan dan penegakan keberadaan kegiatan, simbol dan lainnya yang dilarang, akan terus dilakukan secara intensif. "Pengawasan penegakan hukum akan dilakukan jika masih ada pelanggaran," ujarnya.

(aky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here