https: img.okezone.com content 2020 12 05 337 2322150 puan-maharani-puncaki-parlemen-ganjar-dinilai-sulit-dapat-restu-megawati-maju-pilpres-sQyljpSUh4.jpg

JAKARTA – Popularitas dan elektabilitas Ganjar Pranowo saat ini menduduki peringkat teratas calon presiden (capres) berdasarkan hasil survei dari sejumlah lembaga survei.

Meski begitu, bukan jaminan Gubernur Jawa Tengah mudah mengantongi restu dan mendapat tiket dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. saat ini berada di puncak kejayaan di parlemen, yakni Puan Maharani yang kini menjadi Ketua DPR.

“Jadi, saya kira ini akan menjadi pertimbangan bagi Megawati sebagai Ketua Umum PDIP, padahal Ganjar Pranowo memiliki popularitas tertinggi bahkan elektabilitasnya terus menduduki peringkat teratas, termasuk hasil survei IPO (Opini Politik Indonesia), tapi itu Belum tentu menjadi dasar keberkahan Megawati untuk maju dalam kontes 2024, ”kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah, Sabtu (5/12/2020).

Sebelumnya, dari hasil survei IPO pada 12-23 Oktober 2020, 17,9% responden akan memilih Ganjar jika pemilihan presiden (pilpres) kali ini digelar. Disusul Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (16,4%) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (15,3%). Berikutnya Sandiaga Uno (8,8%), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (6%), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (5,7%), dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (4,2%).

Selanjutnya, Ketua Umum Partai Golkar dan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto (2,9%), Ketua DPR Puan Maharani yang merupakan kader PDI-P (1,9%), dan Ketua PKB Muhaimin Iskandar (1%).

Dedi mengatakan selama ini PDIP tidak memiliki tradisi merekrut kader yang tidak dekat dengan keluarga Soekarno. Hanya Joko Widodo (Jokowi) yang merupakan pengecualian. Menurutnya, kondisi Jokowi di Pilpres 2014 berbeda dengan Ganjar Pranowo saat ini.

“Jokowi muncul secara drastis saat itu dan kebetulan keluarga Megawati saat itu tidak menonjol. Sementara, saat Ganjar maju ke depan untuk Pilpres 2024, posisi Puan Maharani adalah di puncak kekuasaan di parlemen, "katanya.

Melihat fakta politik yang ada di PDI Perjuangan dimana Ganjar akan menyadari bahwa posisinya tidak serta merta mendapat restu Megawati meski elektabilitas dan popularitasnya paling tinggi, kata Dedi, Ganjar kemudian melakukan manuver politik termasuk konsolidasi dengan yang lain. parpol karena potensi parpol lain untuk dipromosikan lebih besar daripada yang diusung oleh PDIP sendiri.

Baca juga: Jika Megawati tak setuju, Ganjar berpotensi dicalonkan parpol lain.

Sederhananya, Puan akan jadi kendala utama Ganjar karena Puan Maharani sekarang sama-sama posisi elite. Ganjar adalah Gubernur sedangkan Puan Maharani adalah Ketua DPR, jadi menurut saya daya tawarnya sama-sama besar. Tapi, Tentu Puan akan tetap diutamakan karena dia adalah putri mahkota, ”ujarnya.

Baca juga: Pengamat Sebut Ganjar Ikuti Pola Jokowi Maju di Pilpres 2024

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here