https: img.okezone.com content 2020 09 12 320 2276739 pengusaha-gigit-jari-bioskop-batal-dibuka-imbas-psbb-ini-4-faktanya-R0tkEiV8ey.jpg

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencabut rem darurat PSBB. Dengan demikian, PSBB di Jakarta dikembalikan sebelum PSBB transisi.

Dengan adanya PSBB seperti itu di awal, sudah bisa dipastikan rencana pembukaan bioskop batal.

Okezone pun merangkum fakta terkait pembatalan pembukaan bioskop pada Minggu (13/9/2020):

Baca juga: Total PSBB di Jakarta, Bioskop dan Tempat Hiburan Ditutup

1. Total PSBB Jakarta, Bioskop Dipastikan Batal Dibuka

Ketua Umum Gabungan Pengurus Bioskop Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengatakan dengan diberlakukannya kembali total PSBB dipastikan rencana pembukaan bioskop batal. Sebab, berdasarkan instruksi Pemprov DKI, bioskop termasuk dalam tempat hiburan yang harus ditutup.

“Pak Gubernur sudah bilang tempat hiburan tutup lagi, di Monas, Ancol, Ragunan ya termasuk bioskop,” kata Djonny saat dihubungi.

Diakuinya, pihaknya telah menyiapkan berbagai macam penerapan protokol kesehatan di bioskop. Jadi, dia berharap, saat kasus Covid-19 mulai menunjukkan penurunan, diharapkan bisa segera beroperasi.

Baca juga: Bioskop akan dibatalkan pada 10 September?

“Kami sudah melalui proses. Prosesnya lama. Buat proposal, presentasi, baru waktunya,” ujarnya.

2. Pengelola Bioskop Mengikuti Peraturan Pemerintah Provinsi DKI

Ketua Umum Gabungan Pengurus Bioskop Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin menyatakan siap mengikuti arahan dari Pemprov DKI untuk tidak membuka bioskop di ibu kota.

Baca juga: Jakarta Contoh Buka Bioskop di Tengah Covid-19

Ia meminta seluruh masyarakat tetap patuh dalam menjalankan aktivitas kehidupan dengan menerapkan protokol kesehatan, agar penularan Covid-19 bisa berkurang.

“Hampir 7 bulan ini kita banyak belajar. Kita ikuti saja pemerintah, karena pemerintah lebih hati-hati melihat keadaan dalam kondisinya. Sekarang semuanya pontang-panting juga, tidak ada yang bisa disalahkan. Ini pelajaran bahwa Tuhan sayang kepada manusia, "katanya.

3. Selain Bisokop, Tempat Hiburan Juga Dipastikan Tutup

Pemerintah kembali menegaskan akan menjaga keseimbangan antara aspek kesehatan dan ekonomi. Setiap program pemulihan ekonomi akan memprioritaskan penerapan protokol kesehatan sebagai prasyarat utama pelaksanaan program.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan tempat hiburan dan bioskop dilarang buka. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menerapkan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di ibu kota.

"Selain itu, pemerintah pusat juga mendukung tempat hiburan dan bioskop belum dibuka," kata Airlangga Hartato dalam siaran pers yang diterima di Jakarta.

4. Kebijakan Ganjil Genap Tidak Diimplementasikan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan, kebijakan genap ganjil yang dilakukan Provinsi DKI Jakarta pada Rapat Koordinasi sebelumnya dengan Gubernur DKI sudah disepakati untuk tidak diberlakukan.

“Karena berdasarkan data sumber penularan, sebagian besar (62%) berasal dari angkutan umum,” ujarnya.

Sementara itu, Kantor Pelayanan Publik tetap beroperasi normal sesuai Surat Edaran Men PAN RB Nomor 58 dan Nomor 67 Tahun 2020, dimana Pejabat Pengembangan Kepegawaian (PPK) di masing-masing kementerian / lembaga akan memberlakukan aturan tentang persentase pegawai yang dapat jadilah WFH dan WFO.

“Untuk pegawai swasta akan ada jam kerja yang fleksibel dimana pengawasannya akan dilakukan oleh Polri / TNI dan akan diberlakukan Satpol PP sesuai Inpres 6/2020,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here