https: img.okezone.com content 2020 12 17 612 2329425 paris-didenda-rp1-5-miliar-gara-gara-miliki-terlalu-banyak-perempuan-1sH9u08G2f.jpg

BIASANYA dalam pemerintahan, perempuan diharuskan hadir. Namun, di Paris terlalu banyak wanita dalam pemerintahan.

Akibatnya, paris dijatuhi hukuman denda. Mengutip Newser, Paris dikabarkan telah didenda USD110.000 atau sekitar Rp1,5 miliar karena dinilai terlalu banyak perempuan untuk duduk di posisi senior pemerintahan pada 2018, dengan perbandingan 11 perempuan dan 5 laki-laki.

Meski harus membayar denda, seperti dilansir NPR, Walikota Paris, Anne Hidalgo mengaku senang membayar denda tersebut. Bahkan, kata dia, dirinya langsung dengan perempuan lain di pemerintahannya yang akan mengirimkan cek uang tersebut ke Kementerian Pelayanan Publik.

Sekadar informasi, undang-undang di kota Paris mewajibkan setidaknya 40% posisi pemerintah diisi untuk setiap jenis kelamin, bahkan melalui pembebasan atau pembebasan sukarela atas beberapa hak atau hak istimewa. Denda juga akan dibatalkan jika karyawan baru tidak menyebabkan ketidakseimbangan gender secara keseluruhan.

Paris

Terkait masalah ini, kepada Paris Council, Anne mengatakan bahwa Paris masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah ketidakseimbangan gender yang selama ini lebih berpihak pada laki-laki.

“Kita harus gencar mempromosikan perempuan dengan tekad dan semangat, karena keterlambatan di Prancis mana pun masih sangat besar. Jadi, untuk berpromosi dan bisa mencapai keseimbangan suatu hari nanti, kita harus mempercepat tempo dan memastikan bahwa dalam nominasi ada lebih banyak. wanita daripada pria, "jelas Anne.

Sejauh ini, diketahui bahwa 47% wanita memegang posisi senior di pemerintahan Paris, dan dibayar 6% lebih rendah daripada karyawan pria. Ini mungkin alasan mengapa Walikota Anne menyebut hukuman yang baik ini tidak masuk akal, tidak adil, tidak bertanggung jawab dan berbahaya.

(mrt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here