https: img.okezone.com content 2020 11 12 320 2308269 kerjasama-hong-kong-dan-singapura-wisatawan-bisa-melancong-tanpa-perlu-karantina-8siA8ZCb2K.jpg

JAKARTA – Hong Kong dan Singapura bekerja sama di berbagai sektor pariwisata. Keduanya menjalin kembali hubungan perjalanan luar negeri dengan menghapus persyaratan karantina untuk kunjungan orang asing. Aturan ini juga berlaku 22 November 2020.

Sekretaris Perdagangan Hong Kong dan Menteri Transportasi Singapura Ong Ye Kung mengatakan skema tersebut dimulai dengan satu penerbangan sehari ke setiap kota, dengan kuota 200 orang per penerbangan. Ini akan ditingkatkan menjadi dua penerbangan sehari ke setiap kota mulai 7 Desember.

Baca Juga: Pengusaha Travel Senang Dengan Hasil Uji Coba Vaksin Covid-19 Pfizer

“Namun, jika situasi Covid-19 memburuk di satu kota, perjalanan akan dihentikan sementara,” ujarnya, dikutip dari Reuters, Kamis (12/11/2020).

Menurutnya, kebijakan ini akan menghidupkan kembali perekonomian kedua negara. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar nantinya tidak menyebabkan peningkatan kasus Covid-19.

Baca juga: Resesi ekonomi Indonesia, Sri Mulyani menyebut sektor pariwisata mulai pulih

“Meskipun kita mungkin memulai dari yang kecil, ini merupakan langkah maju yang penting. Ini akan menjadi referensi yang berguna bagi negara dan wilayah lain yang telah mengendalikan epidemi, dan sedang mempertimbangkan untuk membuka perbatasannya,” kata Ong.

Wisatawan dari kedua kota harus melakukan perjalanan dengan penerbangan yang ditentukan dan harus mengikuti tes Covid-19. Tidak ada karantina yang diperlukan di kedua tempat dan tidak akan ada batasan untuk tujuan perjalanan.

Untuk Hong Kong, yang telah melarang non-penduduk sejak Maret, kesepakatan dengan Singapura adalah dimulainya kembali hubungan perjalanan pertama dengan kota-kota lain. Wisatawan dari daratan Cina dan tetangga Makau masih menghadapi 14 hari karantina.

Sedangkan Singapura sudah memiliki pakta bisnis penting dan perjalanan dinas dari China, Indonesia, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, dan terbuka secara sepihak untuk pengunjung umum dari beberapa negara termasuk Brunei, Selandia Baru dan Vietnam.

Cathay Pacific dan Singapore Airlines juga menjadi maskapai penerbangan yang ditunjuk lebih dulu untuk melayani penumpang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here