https: img.okezone.com content 2020 09 10 337 2275357 jakob-oetama-sosok-yang-mengajarkan-humanisme-demokrasi-dan-keterbukaan-M6NEpfQoeu.jpg

JAKARTA – Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Zainut Tauhid Sa'ad turut turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Jakob Oetama. Menurutnya, kembalinya tokoh pers nasional tentunya akan membuat sedih bangsa Indonesia.

“Pak Jakob banyak mengajarkan tentang nilai-nilai humanisme, demokrasi dan keterbukaan. Berpihak pada kelompok kecil, rentan dan tertindas merupakan menu literasi media yang terus ia bangun dan kembangkan,” kata Zainut dalam keterangan resminya, Kamis (16/2). 10/9/2020).

Zainut menuturkan, sosok Jakob pasti sudah melegenda di dunia pers nasional, karena hidupnya didedikasikan untuk dunia pers. Ia menjadi sumber referensi dan inspirasi bagi berbagai jurnalis, baik jurnalis pemula maupun jurnalis senior.

Baca Juga: Kenangan PP Muhammadiyah Ketum Saat Bertemu Jacob Oetama

Jacob Oetama Foto: Dok Kompas

Jakob adalah jurnalis profesional berkualitas yang memiliki komitmen kuat untuk Indonesia dan kemanusiaan.

“Ia bersikap terbuka menerima kritik dan pendapat tetapi tetap kritis dan konstruktif, karena itulah kekuatannya dalam menjalankan fungsi pengendalian pers kepada pemerintah,” kata Zainut.

“Agar tetap mandiri dan tidak disandera oleh kelompok politik manapun, serta tetap bebas dalam menyampaikan kritik dan pendapat kepada siapapun yang dianggap bersalah atau tidak bijak dalam menjalankan tugas kenegaraan,” lanjutnya.

Wakil Ketua MUI ini juga menilai dari sisi agama, sosok Jakob selalu mengembangkan pemikiran religius yang inklusif dan moderat. Praktik keagamaan yang menjaga keberagaman, kerukunan sosial, menjunjung kearifan lokal, dan menjunjung martabat manusia.

“Pesan moral yang disampaikan baik secara lisan maupun tertulis selalu up-to-date dan mencerahkan. Kita semua merasa kehilangan sosok teladan yang rendah hati, sederhana dan selalu menginspirasi. Selamat tinggal Pak Jacob Oetama, semoga Bapak istirahatlah dengan damai dan selalu tersenyum di alam abadi., ”ujarnya.

Baca juga: Jakob Oetama, Sosok Segala Umur, Saksi Perubahan Besar Indonesia

(Ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here