https: img.okezone.com content 2020 08 23 16 2266136 ilmuwan-dorong-kecepatan-download-178-tb-per-detik-UCznBPy6be.jpg

JAKARTA – Sekelompok peneliti dari University College London yang dipimpin oleh Dr. Lidia Galdino dari UCL Electronic & Electrical Engineering berhasil menemukan kecepatan internet terkini. Diklaim sebagai pemegang rekor kecepatan internet tercepat di dunia, temuan ini berhasil menghasilkan kecepatan 178 Tbps (terabit per detik).

Dilaporkan Screenrant, kecepatan ini berhasil dibuat dengan mengandalkan bandwidth yang lebih lebar daripada yang biasanya digunakan pada serat optik. Umumnya fiber optik akan menggunakan bandwidth dengan spektrum terbatas atau hanya 4,5 THz. Namun dalam studi ini mereka memutuskan untuk meningkatkannya tiga kali lipat menjadi 16,8 THz.

"Meskipun interkoneksi pusat data cloud terbaru mampu mengangkut hingga 35 terabit per detik, kami bekerja dengan teknologi baru yang membuat penggunaan infrastruktur yang ada lebih efisien, memanfaatkan bandwidth serat optik dengan lebih baik, dan memungkinkan kecepatan transmisi rekor dunia 178 terabit per detik, "kata Galdino. dalam pernyataannya, dikutip Fox 7 Austin.

Dengan peningkatan tersebut, pada akhirnya pengiriman data yang dilakukan bisa bekerja dua kali lipat lebih cepat dari yang ada saat ini. Itu juga membuat 178 Tbps setara dengan seperlima lebih cepat dari kecepatan yang ditetapkan oleh Jepang sebagai pemegang rekor sebelumnya.

Bahkan di bulan Mei, tim dari Australia mencapai kecepatan hanya 44 Tbps dengan 75 kilometer serat broadband standar.

Meluncurkan Fox 7 Austin, sebagai ilustrasi betapa hebatnya kecepatan ini, timnya mengklaim dengan 178 Tbps, Anda dapat mengunduh data lubang hitam pertama di dunia hanya dalam waktu kurang dari satu jam. Jika tidak bisa dibayangkan, setidaknya ukuran black hole harus menggunakan hardisk hingga setengah ton untuk penyimpanan dan perlu diangkut dengan pesawat.

Selain menghasilkan kecepatan baru, penemuan ini juga bisa dikatakan sebagai harapan baru bagi kehidupan internet di masa depan. Apalagi untuk kehidupan saat ini yang sangat menuntut penggunaan internet akibat pandemi. Kabar baik lainnya, meski memiliki kecepatan yang bisa dikatakan fantastis, temuan ini diklaim sebagai teknologi yang hemat biaya.

Screenrant melaporkan bahwa untuk mengaktifkannya hanya perlu memasang amplifier di sepanjang jalur fiber yang ada. Secara spesifik, amplifier ini harus dipasang pada jarak 40 hingga 100 kilometer di jalur fiber, dan biayanya hanya Rp 310 juta per amplifier.

Baca juga: Sejarah Singkat Perkembangan Komputer

Ini tentunya solusi yang brilian dan bisa merevolusi internet jika terus dikembangkan. Setidaknya, hal ini paling mudah diterapkan di pusat kota atau kawasan industri besar yang umumnya paling mudah mendapatkan jaringan internet.

Untuk saat ini, temuan tersebut telah resmi tercantum dalam IEEE Photonics Technology Letters yang terbit pada 20 Juli 2020.

(ahl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here