https: img.okezone.com content 2020 08 12 244 2261103 ditetapkan-tersangka-jerinx-sid-terancam-6-tahun-bui-dan-denda-rp1-miliar-5vNAE3uGZa.jpg

JAKARTA – Drummer grup musik Superman is Dead (SID), I Gede Ari Astana alias Jerinx, resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian oleh Polda Bali. Dia ditetapkan sebagai tersangka setelah dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait pernyataannya yang diunggah melalui media sosial Instagram pribadinya.

Atas perbuatannya itu, Jerinx diduga melanggar Pasal 28 ayat (2) Juncto Pasal 45A ayat (2) dan / atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan / atau pasal 310 KUHP dan / atau pasal 311 KUHP.

Ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda 1 miliar, kata Kepala Humas Polda Bali Kombes Syamsi saat dikonfirmasi Okezone, Rabu (12/8/2020).

Pasal yang diduga, kata Syamsi, sesuai dengan laporan IDI yang diterima pihaknya dengan nomor LP / 263 / VI / 2020 / Bali / SPKT, 16 Juni 2020. Jerinx langsung dilimpahkan ke Rutan Polda Bali usai diperiksa. diperiksa sebagai tersangka.

"Ditahan di Polda (Bali)," kata Syamsi.

Baca juga: Jerinx SID Resmi Menjadi Tersangka Ujaran Kebencian dan langsung ditahan

Kasus ini bermula ketika Jerinx dilaporkan oleh IDI Provinsi Bali terkait dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian pada 16 Juli 2020. IDI merasa dihina oleh Jerinx karena IDI dan rumah sakit tersebut disebut di bawah Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Atas dasar itu, IDI Provinsi Bali melaporkan pos tersebut ke Polda Bali. Dalam laporannya, Jerinx diduga melanggar Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) dan atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Terkait laporan tersebut, Polda Bali telah mengusut Jerinx sebagai tersangka. Polisi sudah mendapat keterangan Jerinx sebelum akhirnya ditangkap.

(kha)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here