Cermat Memilih Investasi Saham, Kantong Bisa Tebal : Okezone Economy

JAKARTA – Ada begitu banyak saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia yang bahkan membuat investor bingung memilih yang tepat. Untuk mengurangi tingkat kerugian, disarankan agar tidak ada terlalu banyak variasi stok yang dipilih.

Luqman el Hakiem Syamlan, pendiri Aplikasi Berbagi Friends Trader (Tetra), mengatakan tidak perlu banyak variasi persediaan ketika memulai investasi. Karena semakin banyak saham yang mereka miliki, semakin banyak pergerakan saham yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: Investasi Saham di Tengah Covid-19, Lihat Rekomendasi Saham untuk Pemula

"Saya hanya punya empat emiten, yang dipantau. Misalnya ada 25 saham, ini semua dipantau. Ini adalah bagaimana saham turun atau naik, perusahaan baik-baik saja atau tidak. Jadi, jangan kebanyakan memiliki variasi saham, "katanya, dalam Live Streaming di Instagram Okezone.com dan MNC Securities, Jumat (3/7/2020).

Dengan tidak banyak saham, distribusi modal yang disiapkan bisa lebih merata dan jumlah maksimal. Artinya, tidak ada anak emas selama investasi saham.

"Distribusikan secara merata sehingga tidak ada saham anak emas, anak tiri. Satu misalnya Rp10 perak, lain Rp100.000. Semua saham harus sama. Semua punya peluang naik, kalau ada uang Rp100 juta, saya berbagi 4 perusahaan yang terdaftar, "katanya.

Baca Juga: Hindari Investasi Saham dengan Modal Besar, Kemungkinan Kerugian Bandar

Kemudian, jika investor tidak punya waktu untuk menganalisis saham secara teratur, Anda harus menggunakan konsep leverage biaya seperti menyimpan saham. Misalnya, telah menetapkan empat saham seperti BRI, Indah Kiat, BNI ke Barito Pacific, sehingga setiap hari gajian dialokasikan untuk membeli saham ini.

"Ini menurut saya yang terbaik untuk pemula dan tidak memiliki waktu analisis adalah yang paling tepat," katanya.

(fbn)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here