https: img.okezone.com content 2020 07 25 338 2251969 ayah-editor-metro-tv-yodi-emosi-anaknya-disebut-diduga-bunuh-diri-mIv5BXE7oo.jpg

TANGSEL – Kepolisian Daerah Metro Jaya mencurigai editor Metro TV Yodi Prabowo terbunuh karena bunuh diri. Tetapi keluarga itu tidak yakin dengan kesimpulan polisi.

Almarhum ayah Yodi, Suwandi (46), menyatakan kekecewaannya atas hasil pembebasan polisi yang digelar Sabtu (25/7/2020) pagi. Menurut Kelvin, polisi tidak menjelaskan secara rinci bagaimana proses bunuh diri itu terjadi.

"Saya orang tua yang emosional mendengar ini, saya tidak yakin anak saya bunuh diri," katanya, bertemu Okezone di kediamannya, Jalan Alle Raya, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Beberapa ketidakberesan, kata Kelvin, adalah tentang kondisi tubuh Yodi yang pada saat itu ditemukan dalam kondisi tidak meninggalkan bekas darah di pakaiannya. Dia seharusnya melanjutkan, jika memang Yodi menikam pisau ke tubuhnya sendiri, darah akan tercecer di sekujur tubuhnya.

Baca juga: Dibunuh Bunuh Diri, Editor Metro TV Yodi Prabowo Dinyatakan Positif Narkoba

"Logikanya adalah jika kamu bunuh diri, kenapa kamu tidak memiliki darah yang tersisa di pakaianmu, itu terlihat rapi, itu tidak mungkin benar. Polisi tidak menjelaskan bagaimana detailnya," jelasnya.

Hal lain yang dipertanyakan oleh keluarga adalah informasi dari polisi yang menduga pemicunya adalah hasil dari depresi yang dialami oleh almarhum Yodi. Bahkan, lanjut Kelvin, dia atau istrinya belum pernah melihat perubahan drastis dari sikap Yodi di rumah.

"Anakku tidak pernah terlihat depresi, dia memang anak yang pendiam," katanya.

Baca juga: Editor Metro TV Diduga Bunuh Diri, Polisi Metro Terus Melakukan Investigasi Jika Ada Fakta Baru

Sebelumnya

Kepala Humas Kepolisian Metro Jaya Komisaris Yusri Yunus mengatakan, kesimpulan sementara adalah kematian Yodi Prabowo karena bunuh diri.

Kesimpulannya didasarkan pada hasil TKP, pemeriksaan saksi, hingga hasil laboratorium forensik (laboratorium)

"Oke, dari sejumlah faktor dari TKP, penjelasan ahli, dari pernyataan dan pembuktian lainnya, simpatisan menyimpulkan bahwa orang yang bersangkutan diduga bunuh diri," kata Yusri Yunus ketika mengadakan konferensi di Markas Besar Kepolisian Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (7/25/2020)).

(abp.-)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here