https: img.okezone.com content 2020 07 27 337 2252727 aksi-tolak-tes-corona-di-bali-doni-monardo-panggil-berikan-penjelasan-O6UEW0X2DU.jpg

JAKARTA – Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo berbicara tentang keberadaan sejumlah elemen masyarakat di Bali, yang menggelar aksi menolak tes cepat dan tes usap sebagai syarat administrasi perjalanan.

Menurut jenderal bintang tiga TNI, Satuan Tugas Covid-19 telah berkoordinasi dengan beberapa tokoh di Bali terkait masalah ini. Diharapkan bahwa mereka yang menentang tes cepat dan usap dapat dipanggil untuk penjelasan.

"Kami telah berkoordinasi dengan beberapa tokoh di Bali, mereka yang masih menentang penggunaan tes cepat dan tes swab PCR harus dipanggil dan diberi penjelasan," kata Doni pada konferensi pers setelah pertemuan dengan Presiden Jokowi, Senin (07/07). / 27/2020).

virus corona

Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menekankan bahwa tes cepat dan tes PCR masih diperlukan untuk mendeteksi apakah seseorang terinfeksi virus korona atau tidak.

"Jika masih sehat, ternyata positif, ini bisa berbahaya bagi orang lain, jika jika seorang anak muda memiliki mobilitas tinggi di rumah yang rentan, sangat mungkin keluarga tersebut berpotensi terinfeksi," jelasnya.

Doni juga berbicara tentang kesadaran kolektif masyarakat untuk memutus rantai transmisi Covid-19. Karena itu, tidak akan berhenti untuk melakukan sosialisasi dan pendidikan.

Seperti diketahui, sejumlah elemen masyarakat mengadakan aksi menolak rapid test dan swab test sebagai syarat administrasi perjalanan. Salah satu tokoh yang meramaikan aksi adalah drummer untuk band Superman Is Dead (SID) Jerinx.

(wal)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here